......TE'DA BUBUN TIRO SIOK.....

Minggu, 10 Februari 2008

PENJARA SUCI

Teringat masa-masa di pondok, banyak pengalaman-pengalaman yang menyedihkan sekaligus mengharukan, sistem pendidikan yang mengalir bagai rezim Hitler tapi dikemas dalam bentuk islamic culture, kita yang sebelumnya mengenal Pesantren adalah tempat berkumpulnya orang-orang suci dan sangat dekat dengan Tuhan tapi realitanya tidaklah demikian, Kakak-kakak senior dengan legalitas ditangannya untuk membimbing adiknya malah merubah diri menjadi singa dan mendeklarasikan hukum rimba dalam kampus, kita-kita yang junior pada akhirnya tidak ubahnya sebagai bawahan yang harus tunduk pada atasan, patuh terhadap perintah, benar atau salah penguruslah yang menentukan.
Tibalah pada giliran generasi berikutnya untuk memegang kekuasaan rimba yang telah mengakar sejak lama itu, aku tidak bisa mengelak dari sistem yang selama ini membesarkanku ini sampai takdir benar-benar berbicara bahwa akulah penguasa rimba saat ini, tapi kemudia jauh di lubuk hatiku memberikan bahasa yang penuh dengan kebimbangan haruskah aku menerima warisan yang tidak sesuai dengan nuraniku dan yang paling aku benci selama ini??tapi jika aku tolak sistem itu sendiri akan menamaiku singa banci.

Yah, pada akhirnya aku sadar bahwa hipup di pesantren tak ubahnya hidup dalam penjara suci penuh dengan permasalaha yang sangat kompleks, sampai kekerasan yang menjadi bahagian dari sistem pendidikan telah banyak memberikan pelajaran khususnya keberanian untuk menghadapi tantangan hidup.

Gombara adalah penjara, neraka, sekaligus surga bagi penghuninya, maka beruntunglah orang-orang yang pernah bernafas di gombara.



malang, 110208
Ismail Hasan Magi


1 komentar:

gombara mengatakan...

assalamualaikum kak
ayub ini, mo sekalika ada disitu samakita, di UMM. wuiiih pasti enak deh...saya sekarang pengurus kak bagian pip juga, masih cara hitler dipake, tap hitler yang telah ikut pelatihan ESQ !!!!!.